UIN Jakarta Resmi Buka Program Pengayaan Bahasa LPDP Batch 1 TOEFL/IELTS Tahun 2026
UIN Jakarta Resmi Buka Program Pengayaan Bahasa LPDP Batch 1 TOEFL/IELTS Tahun 2026

Program Pengayaan Bahasa LPDP Batch 1 TOEFL/IELTS Tahun 2026 resmi dibuka di Ruang Diorama Universitas Islam Neger (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (20/1/2026). Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta sebagai bekal melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Pembukaan program dihadiri oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., serta perwakilan LPDP, Pramwidya Mazmur Novia selaku Kepala Subdivisi Persiapan Studi LPDP. Dalam sambutannya, Pramwidya menyampaikan bahwa kerja sama antara LPDP dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah terjalin cukup lama dengan hasil yang memuaskan. Ia menilai UIN mampu mendampingi peserta program pengayaan bahasa secara optimal, terbukti dari capaian skor peserta dan tingkat kepuasan yang konsisten sejak tahun-tahun sebelumnya.

Program Pengayaan Bahasa LPDP Batch 1 TOEFL Tahun 2026 akan berlangsung selama empat bulan dengan total 480 jam pelajaran, meliputi materi TOEFL Listening Comprehension, Structure and Written Expression, Reading Comprehension, Academic Writing, Academic Speaking, serta Study Skills. Sementara itu, Program IELTS dirancang selama enam bulan dengan total 720 jam pelajaran, mencakup persiapan IELTS, study skills, research skills, LOA preparation, cross-cultural understanding, hingga overseas study preparation. Seluruh peserta juga diwajibkan mengikuti ketentuan akademik dan kehadiran yang telah ditetapkan oleh masing-masing mitra pelaksana.

Salah satu peserta Program Pengayaan Bahasa LPDP, Arya Afif Alfiansyah, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi jenjang lanjutan. Hal senada disampaikan oleh Ken, peserta lainnya, yang menilai kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya penting untuk memahami percakapan, tetapi juga untuk menangkap makna dan konteks keilmuan secara lebih mendalam. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi bahasa sekaligus membangun kesiapan akademik dan jaringan global di era yang semakin terhubung.

Tag :